Home / Mafia / Gadis Desa Itu Istri CEO / Niko dan Rio pergi Golf

Share

Niko dan Rio pergi Golf

Author: Agnura
last update publish date: 2026-04-22 23:30:26

Pagi masih sangat muda ketika Niko sudah berdiri di depan lemari pakaiannya. Udara dingin sisa malam masih terasa, namun pikirannya sudah penuh rencana. Hari ini ia memutuskan untuk mengambil jeda sejenak dari rutinitas kantor yang padat. Bukan untuk bermalas-malasan, melainkan untuk menyegarkan pikiran—dan tempat yang ia pilih adalah lapangan golf.

Dengan gerakan rapi, ia mengenakan polo shirt berwarna putih dipadukan dengan celana panjang olahraga yang nyaman. Sepatu golf kesayanga
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Gadis Desa Itu Istri CEO   Felly murka dan ingin menjatuhkan Laras

    Pesta yang penuh kemewahan, kehangatan, dan perhatian luar biasa itu akhirnya pun berakhir. Para tamu satu per satu mulai berpamitan dan pulang, meninggalkan ruangan yang tadinya riuh penuh tawa dan percakapan, perlahan menjadi sepi kembali. Laras pun akhirnya diantar pulang oleh James dengan penuh kehati-hatian, hatinya masih terasa hangat dan dipenuhi perasaan bahagia yang sulit diungkapkan. Ia sama sekali tidak menyangka bahwa malam yang begitu indah itu ternyata justru menjadi pemicu semakin membakar api kebencian di hati dua wanita yang diam-diam mengawasinya dari kejauhan. Tak lama setelah pesta usai, tepat keesokan harinya, Felly dan Ina sepakat untuk bertemu di sebuah kafe tenang yang letaknya agak terpencil, jauh dari pusat keramaian agar pembicaraan mereka tidak diketahui oleh siapa pun. Tempat itu dipilih dengan sangat hati-hati—suasananya sepi, dikelilingi tanaman hijau, dan tidak ada orang asing yang bisa menguping apa yang akan mereka bicarakan. Begitu duduk

  • Gadis Desa Itu Istri CEO   Persaingan antara James dan Niko semakin ketat

    Sejak Laras melangkah turun dan menginjakkan kakinya di lantai dasar ruangan pesta itu, tak pernah sekalipun tatapan kedua pria itu terlepas darinya. Baik James maupun Niko seolah lupa akan keberadaan orang lain di sekeliling mereka—seluruh perhatian, seluruh pikiran, hingga setiap gerak mata mereka sepenuhnya tercurah hanya untuk Laras. Persaingan diam-diam di antara keduanya semakin terasa nyata, bukan lagi sekadar terlihat dari tatapan tajam yang saling bertaut, melainkan mulai tampak nyata lewat perbuatan-perbuatan penuh perhatian yang terus-menerus mereka tunjukkan, seolah berlomba-lomba membuktikan siapa yang paling sanggup melindungi, merawat, dan membuat wanita itu merasa menjadi orang paling istimewa malam ini. Tak lama setelah Laras duduk di salah satu meja yang telah disediakan, Niko lah yang pertama kali bergerak mendahului. Dengan langkah tenang namun cepat, ia berjalan menuju meja prasmanan yang dipenuhi beragam hidangan mewah—mulai dari hidangan pembuka yang

  • Gadis Desa Itu Istri CEO   Penampilan Laras yang memukau

    Hari yang dinanti-nantikan itu akhirnya pun tiba. Suasana di dalam gedung hotel bintang lima tempat pesta berlangsung sudah terasa begitu meriah dan megah. Lampu gantung kristal yang besar berkilau memancarkan cahaya keemasan ke seluruh penjuru ruangan, musik orkestra yang lembut mengalun pelan mengisi keheningan, dan aroma bunga-bunga segar yang menghiasi setiap sudut ruangan menciptakan suasana yang sungguh istimewa. Hampir seluruh tamu undangan yang terdiri dari para pengusaha ternama, pejabat tinggi, serta tokoh masyarakat sudah hadir dan berbaur satu sama lain, saling menyapa, bercengkerama, atau sekadar menikmati jamuan yang tersaji. Hanya tersisa beberapa orang yang belum tiba, sehingga semua orang masih menanti dengan penuh rasa penasaran. Sementara itu, di salah satu kamar mewah di lantai atas gedung itu, Laras sudah menghabiskan waktu berjam-jam untuk bersiap-siap. Sejak pagi tadi, ia sudah menata segalanya dengan sangat teliti, tanpa meninggalkan satu pun celah

  • Gadis Desa Itu Istri CEO   Undangan pesta mewah

    Setelah rangkaian acara presentasi berakhir dan semua peserta mulai bersiap untuk pulang, panitia acara membagikan sebuah amplop elegan berwarna emas kepada setiap perwakilan perusahaan dan tamu penting yang hadir hari itu. Amplop itu terlihat mewah dengan logo perusahaan penyelenggara tercetak indah di bagian depannya. Laras menerima amplop itu dengan rasa penasaran, lalu membukanya perlahan. Ternyata isinya adalah undangan resmi untuk menghadiri pesta makan malam dan jamuan kehormatan yang akan diadakan dua hari ke depan. Pesta tersebut diselenggarakan oleh salah satu pengusaha ternama yang juga menjadi penasihat dalam proyek besar ini, sebagai bentuk apresiasi bagi semua pihak yang telah berpartisipasi dan berkontribusi. Dalam tulisan undangan disebutkan bahwa acara ini akan diadakan di salah satu hotel bintang lima paling megah di kota, dengan dress code black tie yang sangat formal dan eksklusif. Laras membaca tulisan itu berulang kali, menyadari bahwa ini b

  • Gadis Desa Itu Istri CEO   Perencanaan jahat Felly dan sekretaris Niko

    Sementara sorak-sorai dan tepuk tangan meriah menggema di udara, memuji kehebatan presentasi yang baru saja ditampilkan oleh Laras, suasana hati di sudut lain tempat itu justru terasa sangat gelap dan mencekam. Di balik senyum-senyum ramah dan jabatan tangan yang penuh basa-basi, tersembunyi niat jahat yang sedang dirancang dengan sangat rapi, seolah-olah menjadi bayang-bayang kelam yang siap menelan kesuksesan Laras dalam sekejap mata. Tidak jauh dari tempat Niko berdiri, tepatnya di balik tiang besar yang sedikit tertutup oleh tanaman hias, terdapat tiga wanita yang sejak tadi tidak mengalihkan pandangan mereka dari Laras. Namun berbeda dengan Niko yang memandang dengan rasa bangga dan cinta, tatapan ketiga wanita ini penuh dengan kebencian, iri hati, dan dendam yang sudah membara cukup lama. Mereka adalah Felicia—atau yang biasa dipanggil Felly—wanita yang selama ini mengaku sebagai tunangan sekaligus pacar Niko, dan bersama dengannya ada Ina, sekretaris priba

  • Gadis Desa Itu Istri CEO   Niko yang memperhatikan dari jauh

    Matahari pagi baru saja mulai menyibakkan sinarnya di ufuk timur, namun Laras sudah sampai di area parkir kantor. Hari ini ia datang jauh lebih awal dari biasanya, bahkan sebelum sebagian besar karyawan lain datang. Rasa tanggung jawab dan sedikit rasa gugup karena adanya meeting penting membuatnya tidak bisa berlama-lama di rumah. Ia ingin memastikan semuanya sudah siap 100% sebelum acara dimulai. Namun, begitu ia sampai di lantai kantor, ternyata tidak ada persiapan rapat di ruang meeting biasa. Justru ia melihat beberapa staf sedang sibuk mengumpulkan berkas-berkas tebal dan peralatan presentasi untuk dibawa keluar. Salah satu rekan kerjanya segera memberitahu informasi penting yang membuat Laras sedikit terkejut. "Laras, kita nggak meeting di sini kok. Pak James sudah atur semuanya. Lokasinya di outdoor venue, di taman konvensi kota. Katanya biar suasananya lebih segar dan formal buat presentasi tender besar ini," jelas temannya. Laras mengangguk pa

  • Gadis Desa Itu Istri CEO   Negosiasi antara dua perusahaan

    Suasana di ruang rapat itu mendadak hening total, seolah oksigen di dalamnya habis tersedot oleh ketegangan. Hanya suara jam dinding yang berdetak pelan, seiring dengan detak jantung Rey yang berpacu di dalam dadanya. Ia menatap lurus ke depan, berusaha menjaga ekspresinya tetap datar meski kerin

  • Gadis Desa Itu Istri CEO   Pertemuan perusahaan yang mendapatkan tender saling beradu pendapat

    Dua bulan berlalu,dan tiba saatnya pertemuan antara investor dan perusahaan yang mendapatkan tender, Ruang rapat utama di lantai 25 terasa jauh lebih dingin dari pengaturan suhu AC-nya. Ketegangan yang menggantung begitu kental, menusuk hingga ke tulang. Meja panjang berlapis kayu hitam memantulk

  • Gadis Desa Itu Istri CEO   Dua hati yang tertarik pada 1 wanita

    Malam itu, setelah pertemuannya dengan Laras di kafe, Rey tidak langsung pulang. Ia mengemudi tanpa tujuan yang jelas, membiarkan lampu-lampu kota memantul di kaca jendela sementara pikirannya terus tertuju pada satu sosok yang tak mau hilang: Laras. Jawaban yang tenang, caranya menolak tanpa men

  • Gadis Desa Itu Istri CEO   Rey yang tiba-tiba menawarkan untuk pindah ke perusahaan nya.

    Keesokan paginya, suasana di kantor PT James Cipta Mandiri kembali riuh dan sibuk seperti biasa. Laras datang lebih awal dibandingkan kebanyakan rekan kerjanya yang lain. Itu sudah menjadi kebiasaan lama yang ia tanamkan—datang sebelum jam masuk, menyiapkan segala sesuatunya dengan rapi dan terat

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status