Kesunyian di ruang kerja Dokter Spesialis Bedah Saraf itu terasa menyesakkan, hanya dipecahkan oleh detak jam dinding yang seolah mengejek kekacauan di kepala Leon Kahnwald. Di hadapannya, tiga layar monitor menampilkan hasil pemindaian MRI pasien dengan tumor otak yang kompleks, namun fokus Leon terus buyar.Ia menyandarkan punggungnya ke kursi kulit, memijat pangkal hidungnya yang terasa berdenyut. Sudah satu minggu berlalu sejak malam di hotel itu, namun bayangannya tidak memudar. Justru, ingatan itu bermutasi menjadi hantu yang mengikutinya ke mana pun ia pergi."Sial," umpatnya lirih.Setiap kali ia memejamkan mata, ia mendengar isakan halus itu. Tangisan lirih yang semalam ia kira adalah ungkapan emosi mabuk, kini ia sadari sebagai suara ketakutan dan kepolosan yang hancur. Sebagai seorang dokter, Leon dilatih untuk menyembuhkan, bukan merusak. Namun malam itu, ia merasa telah melakukan malapraktik pada kehidupan seseorang.Tok, tok.Pintu terbuka sedikit, dan wajah jenaka Basti
Last Updated : 2026-04-22 Read more