Ketegangan di dalam ruang kerja Profesor Hans Kahnwald di kediaman utama terasa begitu pekat, mengalahkan kehangatan perapian yang menyala di sudut ruangan. Leon Kahnwald berdiri tegak di depan meja kerja ayahnya, kedua tangannya bertumpu pada kayu ek tebal dengan gurat kemarahan yang tak lagi bisa disembunyikan."Kita tidak bisa menundanya lagi, Ayah! Dua minggu ini bagaikan neraka bagi Lily," suara Leon bergetar, rendah namun sarat akan tekanan emosional yang hebat. "Setiap kali dia melangkah di koridor rumah sakit, matanya selalu dihakimi. Gosip tentang jubah medisnya yang melonggar, tuduhan miring tentang 'anak haram' di Bedah Saraf... Aku tidak akan membiarkan istri dan calon anakku menjadi bahan cemoohan para residen picik!"Profesor Hans mengembuskan napas perlahan, melipat kedua tangannya di atas meja sembari menatap putranya dengan pandangan menilai. Di sisi ruangan, Sofia Kahnwald sedang memeriksa beberapa draf undangan di tablet elektroniknya dengan ekspresi tenang namun te
Read more