Kegelapan pekat yang tiba-tiba melanda ruang arsip data darurat sempat memicu kepanikan singkat. Namun, Clara Manhann bukanlah perawat senior yang mudah digertak. Di tengah kesunyian yang mencekam, terdengar suara gesekan kain seragamnya, disusul seberkas cahaya putih dari ponsel yang dinyalakannya."Marco! Kau di mana?" bisik Clara, mengarahkan lampu ponselnya ke sudut ruangan."Aku di dekat mesin pencetak. Dokumennya baru tercetak setengah sebelum listriknya diputus," sahut Marco Huston, suaranya terdengar rendah dan tegang. Ia menyambar sisa kertas yang sempat keluar, lalu melangkah cepat mendekati Clara.Mereka bergegas menuju pintu kayu ek yang kokoh. Marco mencoba memutar tuas pintu, namun benda logam itu sama sekali tidak bergerak. "Sial, ini dikunci dari luar menggunakan selot mekanis darurat.""Minggir, biar aku yang urus," titah Clara tegas. Sebagai kepala perawat, ia selalu membawa gantungan kunci kuningan di saku jubahnya—termasuk kunci bypass darurat keperawatan yang dira
Read more