Setelah kesepakatan yang dibuat dengan Hanzhen, tentu membuat Meilin bertambah gelisah. Selama pertemanan dengan Yiran, ia tidak pernah mengecewakan temannya. Namun kali ini, ia seperti merebut kekasih sahabat baiknya. 'Aku harus segera memberitahunya, aku yakin Yiran akan memahaminya' Batin Meilin. Suasana kafe sore itu cukup lengang, namun gemuruh di dada Meilin sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda akan mereda. Di hadapannya, secangkir caffè latte yang sudah mendingin sama sekali belum disentuh. Ia terus meremas jemarinya sendiri, menunggu kehadiran Yiran dengan kecemasan yang kian memuncak. "Meilin! Maaf ya membuatmu menunggu lama. Jalanan macet sekali," seru sebuah suara familier yang seketika memecah lamunan Meilin. Yiran datang dengan napas sedikit terengah, langsung mendudukkan diri di kursi kosong di hadapan Meilin. Meilin memaksakan sebuah senyuman tipis, mencoba menyembunyikan kegundahan yang menggelayuti wajahnya. "Tidak apa-apa, Yiran. Aku juga belum lama sa
Last Updated : 2026-07-19 Read more