Di malam berikutnya, nenek Hanzhen mengajak Meilin dan ibunya untuk makan malam bersama. Alasannya selain untuk membangun keakraban, nenek ingin memastikan semua rencana persiapan pernikahan tidak ada yang terlewat. Suasana restoran privat berbintang lima itu terasa begitu megah, namun bagi Meilin, atmosfernya tidak lebih baik dari ruang eksekusi.Di sebelah kirinya, Hanzhen duduk dengan posisi tegap yang sempurna. Pria itu sesekali mengulas senyum tipis yang tampak begitu meyakinkan bagi siapa pun yang melihatnya. Di seberang meja, Ibu Meilin dan Nenek Hanzhen sedang bercakap-cakap anggun, saling melempar pujian seolah-olah pernikahan ini adalah berkah paling suci abad ini."Meilin, kenapa hidangannya tidak disentuh? Ini sup sirip hiu kesukaanmu, Nak," ucap Ibu Meilin dengan suara lembut yang biasanya menenangkan.Meilin menatap ibunya lekat-lekat. "Aku hanya sedang tidak terlalu lapar, Ibu," jawab Meilin selembut mungkin. "Pikiranku sedang agak penuh. Terlalu banyak kejutan yang da
Last Updated : 2026-08-01 Read more