Setelah makan malam yang sunyi dan teramat menguras emosi itu selesai, Meilin memutuskan untuk tidak berlama-lama di lantai bawah. Langkah kakinya terasa begitu berat dan gontai saat menaiki satu demi satu anak tangga menuju kamar utama.Begitu masuk ke dalam kamar, ia langsung berjalan ke arah ranjang megah, lalu merebahkan diri di atas kasur berukuran king size yang masih terasa terlalu luas, dingin, dan asing baginya. Sambil menarik dan memeluk erat selimut tipis sewarna gading, ia meringkuk pasrah. Ia mencoba mencari setitik kenyamanan di tengah dinginnya atmosfer kamar megah tersebut, berharap rasa hangat selimut bisa membekukan rasa sakit di dadanya. Tekanan kata-kata beracun dari Yiran, konfrontasi bisu yang canggung dengan Yichen di kafe, ditambah sikap sarkasme yang dingin dari Hanzhen membuat seluruh benteng pertahanannya runtuh total malam ini. Tak butuh waktu lama hingga akhirnya kelopak mata wanita itu terasa luar biasa berat. Dalam hitungan menit, ia pun tertidur pulas,
Last Updated : 2026-08-05 Read more