Mobil mewah yang dinaiki Hanzhen itu membelah jalanan kota dengan kecepatan tinggi, mengabaikan rintik hujan yang mulai menderas. Tiga puluh menit kemudian, mobil berhenti dengan decitan ban yang tajam di lobi drop-off rumah sakit. Namun, tepat saat Hanzhen melompat keluar dengan raut tegang, gawainya di dalam saku kembali bergetar. Sebuah pesan singkat masuk dari nomor sang Nenek: ‘Nenek sudah bergeser ke restoran tradisional VVIP di distrik selatan. Kemarilah. Nenek menunggumu.’ Hanzhen terdiam sejenak. Sambil mengembuskan napas panjang, ia berbalik kembali ke arah mobil. Rasa cemasnya kini berganti menjadi rasa curiga yang pekat. Begitu pintu kaca restoran mewah bernuansa klasik itu terbuka, Hanzhen langsung melangkah menuju area ruangan privat di bagian paling dalam. Pelayan membukakan pintu geser kayu ek, dan pandangan Hanzhen langsung mengunci seisi ruangan. Di sana, sang Nenek sedang duduk dengan anggun, tampak sehat bugar, bahkan sedang tertawa kecil. Namun, langkah kaki Ha
Last Updated : 2026-07-11 Read more