"Nggak ada masalah sama sekali dengan rumah Robert, Nak. Ini hanya keinginan Oma dan Opa saja," jelas Oma Maryam lembut sambil tersenyum menenangkan. "Kamu nggak keberatan 'kan, Mawar?"Mawar terdiam sejenak, bibirnya terkatup rapat.Di dalam hatinya, ada rasa bingung yang mengganjal, tapi dia sadar posisinya. Dia tidak mungkin secara terus terang mengatakan keberatan, rasanya dia tidak punya hak untuk menolak keputusan itu."Kalau saya sih ...." jawabnya pelan, nada bicaranya terdengar ragu. "Saya terserah Bang Robert aja. Kalau beliau setuju, saya juga setuju."Oma Maryam tertawa kecil mendengar jawaban itu, lalu menepuk bahu Mawar dengan lembut. "Nggak usah terlalu formal begitu, Mawar. Kita 'kan sudah menjadi keluarga, jadi bicara saja apa adanya.""Ah iya, maaf ...." sahut Mawar sambil menunduk sedikit, merasa canggung. "Maksudku, terserah Bang Robert aja, Oma.""Robert juga setuju kok," jawab Opa Hamdan yang sedari tadi mendengarkan. "Setelah selesai bekerja nanti, dia akan lang
最後更新 : 2026-06-10 閱讀更多