"E-eh, seriusan, Nak? Rendangnya keras sampai membuat gigimu sakit?" Oma Maryam tampak terkejut, matanya membulat sedikit.Padahal dia ingat betul sudah memasak rendang itu selama berjam-jam dengan api kecil, memastikan bumbu meresap dan dagingnya lunak, tapi tak disangka rupanya rendang itu masih keras menurut Mawar."Iya, Oma. Sangat-sangat keras.""Tapi Abi pas makan nggak keras kok, Umi," sahut Opa Hamdan tiba-tiba, suaranya tenang namun terdengar sedikit bingung."Umi juga, Bi. Kamu gimana, Rob?" Oma Maryam menoleh ke arah cucunya itu.Robert mengangguk mantap, lalu melirik sekilas ke arah Mawar."Iya, menurutku juga daging rendangnya sudah empuk. Bahkan mudah terlepas dari seratnya. Nggak tau nih si Mawar, kenapa dia malah bilang dagingnya keras coba?" Kata-katanya terasa menusuk, seolah menyudutkan Mawar di hadapan semua orang—padahal dialah yang diam-diam berbuat hal yang membuatnya bisa berkata demikian."Terserah kalian ingin berpendapat seperti apa, tapi yang jelas... menur
最後更新 : 2026-06-14 閱讀更多