"Aku yakin sih, ada sesuatu yang terjadi pada Robert," tebak Atta sambil menyuap nasi ke dalam mulutnya.Di tengah keramaian ballroom hotel, di meja yang agak terpisah dari tamu-tamu lain, mereka bertiga duduk sambil sesekali menatap ke arah panggung utama.Musik masih mengalun lembut, suara tawa tamu terdengar riuh di sekeliling mereka. Namun di meja ini, suasana terasa lebih hening.Mata mereka tak lelah memperhatikan Robert yang berdiri sendirian di sana—tampak linglung, senyumnya tak pernah benar-benar sampai ke mata, seolah pikirannya sedang berada jauh dari pesta pernikahannya sendiri."Iya, aku juga yakin." Leon membalas sambil meletakkan sendoknya perlahan di atas piring yang masih penuh. "Tapi bisa-bisanya dia bilang semuanya baik-baik aja, dia pikir kita semua nggak bisa baca mimik muka dia apa."Leon kesal sekali dengan jawaban Robert tadi, yang menurutnya tak sesuai dengan apa yang dia lihat.Rasa cemas bercampur kesal terasa jelas di nada suaranya. Dia tak suka melihat sa
Read more