Daniel melangkah masuk ke kamar putrinya tanpa mengetuk. “Rein, itu apa yang kamu pakai di wajahmu?” “Maskara, Dad,” jawab Reina tanpa menoleh. “Maskara?” “Untuk bulu mata.” Daniel masih belum selesai. “Terus yang itu?” Reina mengembuskan napas sabar. “Daddy… bukannya kemarin Daddy sudah tanya?” Daniel malah menyeringai, lalu menjatuhkan diri ke kasur putrinya dan meraih Ciko, boneka kesayangan Reina sejak kecil. “Daddy, Ciko itu punyaku!” “Daddy cuma mau pastikan Ciko masih dicintai.” Reina menggeleng, tapi tak bisa menahan senyum. Meski kadang mengganggu, ada kehangatan yang selalu muncul dari momen seperti ini. “Gimana? Cantik, kan?” Daniel menyeringai. “Kalau Daddy bilang nggak, nanti kamu ngambek.” “Ihhh. Kalau aku nggak cantik, berarti Daddy juga jelek.” “Daddy ganteng, tahu. Buktinya Mommy-mu dulu...” Reina memutar mata. “Ya, ya. Mommy yang ngejar Daddy, kalian menikah muda, lalu lahirlah aku.” Daniel tertawa puas. “Betul sekali, Putri Daddy.” Reina melir
Last Updated : 2026-04-22 Read more