Di ruang kerjanya, Dirga duduk santai di sofa tamu sambil menunggu kedatangan Raka. Sesekali ia melirik jam tangan di pergelangan kirinya, sementara jemarinya mengetuk pelan sandaran sofa.“Kemana sebenarnya Nona Adeline pergi?” gumamnya pelan. Sudut bibirnya perlahan terangkat. “Padahal rumah sakit kita kedatangan pasien yang luar biasa.” Setelah itu, ia segera meraih ponselnya dan mulai mengetik sebuah pesan.Tak lama kemudian, pesan itu pun terkirim. Tepat ketika Dirga hendak meletakkan ponselnya, suara ketukan terdengar dari balik pintu, diikuti suara yang memang sudah ia tunggu sejak tadi."Dokter Dirga, saya Dokter Raka," ucap suara dari luar. Nada suaranya terdengar tenang."Masuklah, Dokter Raka," sahut Dirga sambil bangkit dari sofa. Pandangannya langsung tertuju ke arah pintu.Pintu terbuka perlahan, lalu Raka melangkah masuk ke dalam ruangan. Dirga segera mengulurkan tangan ke arah sofa tamu dan mempersilahkannya duduk."Bagaimana pekerjaanmu?" tanya Dirga sambil kembali du
Read more