Share

Sebelas

Author: Khody Didi
last update publish date: 2026-04-26 13:42:21

Pagi ini Carmen diantar sekolah oleh ayahnya, padahal biasanya dia diantar oleh sopir pribadi yang memang bekerja di rumahnya itu. Bukannya melonjak bahagia, Carmen justru menatap sang ayah Sarkastik.

Melihat gaya berpakaiannya yang menurut Carmen tidak masuk logika, dia memakai kaos fit body yang mencetak tubuh berototnya, celana pendek selutut, juga kaca mata hitam besar yang menutupi matanya.

Bahkan pria itu ikut keluar dari mobil dan berdiri di samping Carmen.

“Papa apa enggak berlebihan pa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kawin Gantung Dengan Duda Ganteng   Delapan Puluh Tiga

    Sudah dua malam, Dandy tidak pulang ke rumah.Awalnya tidak ada yang benar-benar panik. Hal itu bukan sesuatu yang baru. Dandy memang seperti itu datang dan pergi sesuka hati, seolah rumah ini hanya tempat singgah, bukan tempat pulang. Namun semakin lama, suasana rumah mulai berubah.Hari pertama, ibu Keanu masih sempat mengomel, mengatakan bahwa anak itu pasti hanya nongkrong entah di mana. Reno hanya mengangkat bahu tak peduli, sementara Keanu sempat keluar sebentar untuk mencarinya, meski akhirnya pulang dengan tangan kosong.Hari kedua, rumah mulai terasa berbeda. Tidak ada kabar sama sekali. Tidak ada pesan apalagi jejak. Padahal biasanya dia tetap membalas pesan dari Keanu atau Reno. Ini, ponselnya bahkan tak aktif.Carmen yang baru beberapa waktu tinggal di rumah itu pun mulai merasakan ketegangan yang berada di rumah. Dia memang tidak terlalu dekat dengan Dandy, bahkan bisa dibilang hampir tidak pernah berbicara serius dengannya. Namun melihat bag

  • Kawin Gantung Dengan Duda Ganteng   Delapan Puluh Dua

    Keesokan pagi, Carmen bangun lebih awal dari biasanya. Langit masih tampak gelap, matahari bahkan belum keluar. Rumah masih sepi, hanya terdengar suara ayam dari kejauhan dan sesekali suara kendaraan yang melintas di jalan depan gang.Dia duduk di tepi tempat tidur beberapa saat, menatap lantai dengan pikiran yang penuh. Dadanya terasa sedikit sesak sejak semalam. Bukan karena sakit, tapi karena rasa cemas yang terus menggelayut. Banyak kekhawatiran, ditambah hormon datang bulan dan juga nama itu ... yang membuatnya penasaran.Dia langsung mengerjakan semua pekerjaan seperti biasanya. Hingga setelah semua orang pergi seperti kemarin pelan-pelan, Carmen menunduk dan meraih sesuatu dari kolong tempat tidurnya. Celengan itu. Kaleng kecil yang selama ini menjadi satu-satunya tempat dia merasa masih punya kendali atas hidupnya sendiri.Carmen menarik napas panjang sebelum mengeluarkannya. Tangannya sedikit gemetar. Dia tidak tahu kenapa perasaan ini datang begitu kua

  • Kawin Gantung Dengan Duda Ganteng   Delapan Puluh Satu

    Setelah semua masakan selesai, Carmen memperhatikan dengan bingung. Ibu Keanu memisahkan isi sayur sop.Daging dan sayurannya diambil, dipindahkan ke wadah lain, lalu ditutup rapat dan disimpan di rak atas. Yang tersisa … hanya kuahnya.Carmen menatapnya lama. Perutnya terasa seperti diaduk.“Tuh kalau lapar makan sama kuahnya aja, itu juga cukup!” ujar ibu Keanu tanpa rasa bersalah.Carmen menelan salivanya. Dia mengangguk pelan, meskipun hatinya terasa perih. Dulu, daging adalah hal biasa. Bahkan sering tersisa di piringnya. Apalagi restoran all you can eat milik ayahnya juga menyediakan daging sapi berbagai brand. Sekarang dia bahkan tidak diizinkan menyentuhnya.Pukul satu siang. Rumah terasa sepi, Carmen duduk di dapur, menatap piring berisi nasi dan kuah sop. Tidak ada lauk. Hanya terasa asin dan hangat.Dia menyuapkan nasi itu perlahan. Setiap kunyahan terasa hambar. Tapi dia tetap makan. Karena lapar, tidak ada pil

  • Kawin Gantung Dengan Duda Ganteng   Delapan Puluh

    “Bu, cari apa?” tanya Carmen, suaranya terdengar hati-hati, seolah takut salah bicara.Ibu Keanu yang semula terlihat membungkuk di dekat lemari itu langsung terkejut. Tangannya yang tadi seperti sedang menggeser sesuatu di dalam lemari mendadak berhenti. Wajahnya sempat tampak panik, namun hanya sepersekian detik. Setelah itu, wanita paruh baya itu berdeham pelan dan mencoba bersikap seolah tidak terjadi apa-apa.“Kamu dari mana saja? Cepat masak,” ujarnya dingin, tatapan matanya tajam menelusuri wajah Carmen dari ujung kepala sampai kaki, seakan sedang menghakimi.“Dari rumah nenek di belakang, main,” jawab Carmen jujur, meskipun kata main terasa janggal di lidahnya sendiri. Itu bukan sekadar main. Itu satu-satunya tempat dia bisa merasa sedikit bernapas dari sesaknya rumah ini.“Main, main! Memangnya kamu nikah sama Keanu hanya untuk main!” suara ibu mertuanya meninggi. “Cepat masak nanti k

  • Kawin Gantung Dengan Duda Ganteng   Tujuh Puluh Sembilan

    “Ya kan aku memang enggak boleh bawa apa-apa dari rumah … hanya ini uang cash yang ada di dompet,” jawab Carmen.Keanu mendengus. Dia kembali menyerahkan dompet itu setelah mengeluarkan semua uangnya dengan agak kasar.Carmen menerima dompetnya.“Mas … jangan dibawa semua. Sisakan seratus ribu. Aku mau beli pulsa,” ucap Carmen.Dia mencoba meminta uangnya sedikit saja.“Kamu sudah enggak perlu pulsa,” jawab Keanu dingin. “Lagi pula siapa yang mau kamu hubungi sih?” tambahnya.Carmen terdiam. Kata-kata itu menyakiti hatinya, padahal dia hanya ingin beli sarapan. Bukan pulsa. Namun, dia tidak bisa menjelaskan.Keanu sudah berdiri dan memakai sepatu.“Aku berangkat,” ucap Keanu.“Mas,” panggil Carmen.Dia memegang tangan Keanu, meremasnya pelan.“aku lapar … tadi sarapan kan sudah habis,” cicitnya.S

  • Kawin Gantung Dengan Duda Ganteng   Tujuh Puluh Delapan

    Pagi hari ini berlalu seperti hari kemarin. Langit masih gelap saat Carmen membuka mata. Udara terasa dingin menusuk, berbeda dengan kamar ber-AC yang dulu selalu membuatnya nyaman. Di sini, dingin terasa aneh, menembus langsung ke kulit.Dia bangun tanpa suara. Tidak ingin membuat siapa pun terganggu. Atau lebih tepatnya dia tidak ingin dimarahi.Carmen mengambil handuknya, lalu berjalan cepat ke kamar mandi. Dia mandi sebelum ibu mertuanya masuk ke dapur. Itu sudah menjadi kebiasaannya sekarang.Dia tidak ingin berpapasan terlalu pagi. Tidak ingin mendapat tatapan tidak suka. Air yang dia gunakan untuk menyiram tubuhnya masih dingin. Dia tak sempat memasak air untuk mandi dirinya karena khawatir orang rumah terbangun, terlebih ayah mertuanya yang belakangan membuatnya takut setengah mati.Dia mandi dengan cepat tak mau bertele-tele. Setelah itu, dia langsung ke dapur.Benar saja ketika dia berdiri di antara ruang dapur dan ruang tengah dia

  • Kawin Gantung Dengan Duda Ganteng   Dua Puluh Enam

    Nayaka memejamkan mata, mencoba menepis bayangan dan pikiran buruk, juga rasa sakit dan panas di bawah sana. Dia berusaha menarik napas dan memeluk tubuh Nuansa, rasa sakit itu masih terus menggelenyar, namun dia tak bisa apa-apa, dia mencoba menikmati meski perih.Nuansa seperti tak membe

  • Kawin Gantung Dengan Duda Ganteng   Dua Puluh Lima

    Mungkin jika Nayaka jujur bahwa dia adalah seorang DJ dari dunia malam, tentu saja Nuansa akan membatalkan perjanjian mereka, biar bagaimana pun dia memilih Nayaka karena berpikir bahwa Nayaka akan menjadi ibu yang baik bagi Carmen. Tapi lihatlah sekarang? Bagaimana bisa dia menjadi ibu yang baik

  • Kawin Gantung Dengan Duda Ganteng   Dua Puluh Empat

    Nuansa masih menatap ke atas panggung, ketika banyak pria berusia matang yang mulai naik dan ikut berjoged bersama DJ dan penari, jika melihat penampilannya sepertinya mereka adalah tamu VIP, ah bukankah dia juga tamu VIP, karena dia mengenal anak dari pemilik clubnya?“Teman bokap,&

  • Kawin Gantung Dengan Duda Ganteng   Dua Puluh Tiga

    “Ah enggak bisa, sudah kalian saja, gue tunggu di sini,” ucap Nuansa. Teman-temannya meninggalkannya lagi. Nuansa menatap ke arah panggung, beberapa kali lampu sorot menyorot sosok wanita seksi yang hanya memakai kemben sampai atas pusarnya itu. Anehnya dia merasa tak asing dengan wan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status