Suara rekaman itu akhirnya mati, menyisakan keheningan yang lebih tajam daripada sembilu di dalam ruang kantorku. Aku berdiri membeku, menatap lembaran surat di meja yang membuktikan bahwa setiap jengkal kehancuranku setahun lalu, perselingkuhan Pandu, kegagalan finansialku, hingga rasa kesepian yang mencekik, adalah simfoni yang digubah oleh tangan pria yang kini berdiri di hadapanku.Arkana tidak tampak menyesal. Ia justru melangkah mendekat dengan ketenangan seorang tuhan yang sedang mengagumi ciptaannya. "Kau terlihat sangat cantik saat sedang murka, Anindya," suaranya rendah, nyaris seperti belaian yang menjijikkan."Kau membayar wanita itu," bisikku, suaraku pecah oleh amarah yang meluap. "Kau menghancurkan hubunganku dengan Pandu... kau mengatur agar aku kehilangan segalanya hanya supaya kau bisa datang sebagai penyelamat?""Aku tidak menghancurkan apa pun yang sudah rapuh, Anindya," Arkana berhenti tepat di depanku, aroma cendananya kini terasa
Última actualización : 2026-05-13 Leer más