Roda-roda Gulfstream G650ER menghantam landasan pacu Bandara Halim Perdanakusuma dengan entakan keras, mengakhiri penerbangan penuh badai dari Singapura. Entakan itu mengguncang seluruh tubuhku, memaksaku kembali ke realitas bumi Jakarta yang pengap oleh intrik. Di luar jendela kabin, rintik hujan membasahi aspal yang hitam, memantulkan lampu-lampu bandara seperti genangan merkuri. Aku merapikan blazer hitamku, memastikan ponsel rahasia di saku dalam tetap berada di tempatnya, menempel di atas jantungku yang berdegup kaku. Arkana sudah berdiri di dekat pintu keluar kabin, jas hitamnya sudah terpasang sempurna tanpa kerutan sedikit pun. Ia menoleh sejenak, matanya yang sedalam obsidian menyisir penampilanku, mencari sisa-sisa kerapuhan pasca-keintiman brutal di atas ranjang beludru tadi. "Topengmu kurang tebal, Anindya," ucapnya rendah, suaranya nyaris tenggelam oleh deru mesin pesawat yang mulai melambat. "Komisioner kejaksaan ada di lobi bawah. Pasa
Última actualización : 2026-05-22 Leer más