Mereka bahkan belum sempat menyentuh hidangan sarapan pagi itu ketika ponsel di atas meja tiba-tiba bergetar nyaring.Nama Nenek Sofia terbaca jelas di layar. Namun, begitu Citra menggeser tombol hijau dengan jemarinya, bukan suara sang nenek yang menyahut, melainkan suara parau Bu Ratmi, asisten rumah tangga di rumah Bogor.“Ada apa, Bu Ratmi?” tanya Citra. Matanya melirik ke arah balkoni kamar hotel, tempat Alex juga tampak sangat sibuk sejak subuh, bergantian menerima panggilan telepon dengan raut wajah tegang.“Mbak Citra, aduh, maaf mengganggu pagi-pagi. Ini Nyonya Sofia titip pesan, beliau bertanya apakah Mbak Citra punya waktu luang untuk datang ke Bogor akhir pekan ini?” tanya Ratmi. Nada bicaranya terdengar biasa dan normal, tidak mengindikasikan ada sesuatu yang genting. Citra membatin, mungkin neneknya itu hanya sedang didera rindu.“Uhm...” Citra sempat ragu untuk menjawab, tetapi sedetik kemudian, sebuah teriakan samar dari arah latar belakang panggilan itu langsung menus
Read more