Citra bisa merasakan betapa hangat dan nyamannya ciuman Alex mala mini.Ada sesuatu yang lebih dalam di sana yang membuat dada Citra ikut menghangat. Namun, lebih dari itu, aliran darah Citra mulai berdesir cepat, menimbulkan sebuah keinginan yang kini mendesak.Namun, Alex menjeda ciuman itu sesaat, menatap mata Citra dengan dalam, seolah memastikan tak ada penolakan lagi darinya. Ia memberi kesempatan bagi Citra untuk mundur jika memang belum siap.Hanya saja, wanita dalam rengkuhannya itu justru meraih kerah bajunya, berjinjit, dan mencium bibirnya. Napas Alex langsung berubah berat.Tangannya otomatis mengerat di pinggang Citra.“Citra…” gumamnya lirih di sela ciuman, seperti tak percaya wanita itu benar-benar tak lagi menghindarinya.Citra sendiri merasa jantungnya berdegup kacau. Malu, gugup, tapi juga tak ingin mundur lagi.Yang jelas, malam ini Citra ingin berhenti memagari dirinya sendiri.“Ya, Lex?” jawab lirih Citra yang nyaris seperti bisikan.“Kau serius?” Alex masih m
Read more