"Tolong, tolong!" Kembali terdengar suara yang makin keras. Suara langkah kaki cepat namun tak beraturan itu semakin nyaring terdengar. Suara itu mengarah menuju ke dapur, tempat Alara berada. "Tolong, tolong!" nampak Nolin muncul dari pintu dapur yang dibuka dengan kasar. Pintu kayu itu cukup tebal hingga suaranya berdebam. Nolin, sang penjaga kastil muncul dengan wajah panik. Keringat mengucur dari kulit wajahnya. Napasnya cepat dan terengah-engah. "Ada apa? Kau seperti habis melihat hantu," ujar Choky. Nolin berusaha mengendalikan napasnya. Dia nampak kesulitan bicara. "Ma...dam, ma... dam....," ujar Nolin terbara-bata. Jadi tangan kanannya terus menunjuk-nunjuk ke arah luar dapur. "Ada apa?"Alara penasaran. "Apa yang terjadi?" Alara meneguk segelas air sebelum berdiri dan menghampiri Nolin. "Madam pingsan," Nolin masih saja menunjuk-nunjuk ke arah luar dapur. "Apa? Pingsan?" teriak Choky, dia langsung berlari keluar dari dapur. Panci logam berisi sup di
最後更新 : 2026-04-29 閱讀更多