"Besar sekali kudanya,"ujar Alara. Terlihat di hadapannya seekor kuda hitam yang tinggi dan gagah. Surai kuda itu terkepang rapi. Pelana warna cokelat terpasang di punggung kuda itu. Kuda itu dituntun oleh dua anggota prajurit Crimson Drakaina. Terdengar ringkikan kuda itu. Dia seolah ingin melompat saat berada di dekat Alara. "Tenanglah, Silver," terdengar suara Elhart. Dia memegang tali kekang yang menambat di mulut kuda. 'Jangan sampai nyawaku hilang gara-gara jatuh dari kuda,' batin Alara. Dia masih memandangi kuda itu. "Namanya Silver, Lady. Silakan naik," ujar Elhart, salah seorang ajudan Varek. Tali kekang itu sudah dipegang oleh Elhart. Kuda jangkung itu kini sudah ada tepat di hadapan Alara. Alara menelan ludah di tenggorokannya. Tatapan kuda itu seolah tak ramah. Seperti dia akan dilempar oleh sang kuda jika nekat naik. "Lady, silakan naik. Waktu kita tak banyak!" desak Elhart. "Ah, ya," Alara bergegas berusaha naik. Dia menyingsingkan kain rok di gaun
最後更新 : 2026-05-11 閱讀更多