"Lady, aku senang Anda sudah sadar."" Mireya terus menangis saat melihat Alara. Cassian dengan penuh perhatian mengikuti dari belakang saat Mireya melangkah. "Hati-hati, kau baru saja sadar." Kedua tangan Cassian terus saja berada di belakang tubuh Mireya. Dia benar-benar menjaga agar seolah takut jika Mireya terjatuh. Mireya tidak begitu menggubrisnya, dia terus menatap ke arah Alara. "Duduklah dulu, kau baru saja sadar," Cassian mengambilkan kursi untuk tempat Mireya duduk. Mireya sempat memegangi kepalanya yang terasa pening. Dia pun menurut dan duduk di kursi kayu itu. "Minumlah dulu, Mireya," ujar Cassian dengan lembut. Dia kembali menyodorkan segelas air putih di dalam gelas perak. Mireya dengan ragu menatap ke arah gelas itu. Tenggorokannya memang terasa kering dan nasih sakit. Dia menggangguk lalu mengambil gelas yang terisi setengah bagian itu. "Nampaknya anak buahmu benar-benar sedang jatuh cinta," Draven berkomentar lewat telepati. "Wanita memang salah sa
Read more