"Hah? Sihir?" Alara terkejut mendengar ucapan itu. Dia memperhatikan benda-benda yang ada di sekitarnya. Tak ada benda yang terlihat mencolok. Wanita itu justru terlihat ketakutan. Dia memeluk anak gadisnya erat-erat. Seolah Alara ingin melakulan hal menyakitkan. "Apa yang terjadi? Kenapa kau takut?" Alara makin bingung. "Itu," ujar si anak gadis. Tangan kanannya dengan gemetar menunjuk ke arah kedua tangan Alara yang terbungkus sarung tangan karet warna biru. "Oh!" Alara baru menyadarinya. Nampaknya sarung tangan karet terlalu moderen untuk ditunjukkan tanpa penjelasan. Wanita itu tak berani menatap ke arah Alara. Dia mundur sedikit demi sedikit seolah hendak lari menuju ke pintu keluar. "Jangan takut. Ini pusaka House of Valedel," ucap Alara. "Bukan sihir, tapi sarung tangan pusaka keluarga." Wanita itu tertegun saat mendengar kata pusaka keluarga. Netranya kembali melirik perlahan-lahan ke arah Alara. "Ibu, aku mau melihat pusaka bangsawan," pinta anak gadis
最後更新 : 2026-05-27 閱讀更多