Malam di kediaman keluarga Gu masih terasa sunyi, ketika Gu Qingran melangkah menuju aula utama. Angin dingin malam menyapu ujung hanfu merah gelap yang dikenakannya. Gu Jinyi menggenggam tangannya erat sambil berjalan di sampingnya, sedangkan Chen Duhan mengikuti beberapa langkah di belakang. Semakin dekat menuju aula utama, cahaya lampu di dalam ruangan terlihat semakin terang, dan itu membuat sudut bibir Gu Qingran perlahan terangkat samar. "Sepertinya mereka sengaja menungguku," gumamnya pelan. Di sisi lain, Chen Duhan justru terlihat gelisah. "Nyonya." Gadis pelayan itu akhirnya membuka suara pelan, raut gelisah tak mampu dia sembunyikan. "Kalau Nyonya besar mulai mencari masalah lagi, apa perlu hamba memanggil Tuan muda?" Gu Qingran terkekeh kecil. "Untuk apa memanggil Gu Jixuan?" Nada suaranya santai, namun cukup membuat Chen Duhan terdiam. "Lagipula," lanjut Gu Qingran sambil melirik malas ke depan, "Kalau mereka benar-benar ingin mencari masalah, memangnya Gu
Magbasa pa