Rama telah tiba kembali di kota tempatnya bekerja. Langkahnya terasa lebih ringan, didorong oleh rasa tak sabar untuk segera menemui dambaan hatinya. Tanpa membuang waktu, ia segera menghubungi Elma, mengabarkan bahwa kerinduan yang ia pendam selama di rumah sudah mencapai puncaknya. Malam itu, Elma datang ke mes tempat Rama tinggal. Suasana mes masih cukup ramai oleh para pekerja, termasuk Pak Ranto yang langsung mengenali wajah cantik sales mobil yang pernah ia temui di restoran itu. Elma sempat mencoba menghubungi ponsel Rama, namun tak ada jawaban. Dengan sedikit keraguan, ia memberanikan diri masuk ke area utama di mana Pak Ranto dan pekerja lainnya tengah asyik bermain kartu. "Permisi, Pak..." sapa Elma sopan. Pak Ranto mendongak, matanya memicing sejenak sebelum tersenyum lebar. "Eh, ini Mbak yang waktu itu di restoran ya? Ada perlu apa ya, Mbak?" "Mas Ramanya ada, Pak?" tanya Elma, mencoba menutupi kegugupannya di tengah tatapan para pekerja laki-laki di sana. "Kebetulan
Last Updated : 2026-04-24 Read more