“Ah, tugas lagi, tugas lagi…” gerutu Sonia sambil merebahkan dirinya di atas meja belajar. Naresa yang sedang membereskan buku hanya terkekeh kecil melihat tingkah sahabatnya itu. “Sepertinya nanti sepulang sekolah kita sekalian cari barang-barangnya saja,” sahut Naresa sambil memasukkan bukunya ke dalam tas. “Boleh.” Sonia langsung bangun semangat. “Nanti aku pulang ikut kamu saja. Sekalian kita kerjakan tugasnya, jadi besok sudah bisa langsung dikumpulkan.” “Baiklah.” Naresa akhirnya berdiri dari duduknya lalu memakai tasnya. “Ayo sekarang ke kantin. Aku sudah lapar.” Namun baru beberapa langkah berjalan— Sonia langsung menarik lengan Naresa cepat. “Eh, tunggu!” “Apa lagi?” “Jangan makan yang pedas, ya.” Sonia menyipitkan matanya curiga. “Tadi Kak Rayhan chat aku, loh.” Seketika Naresa langsung membelalak. “Hah?!” Sonia langsung mengeluarkan ponselnya dengan wajah tidak berdosa. “Tadi dia bilang, ‘Tolong awasi Naresa. Jangan biarkan dia makan sembarangan.’” Naresa la
Mehr lesen