“Eh? Sarapan jam segini sudah siap?” tanya Naresa heran saat memasuki dapur. Pagi itu, ia sengaja bangun lebih awal karena ingin membuat sarapan sendiri. Namun begitu tiba di dapur, seluruh makanan sudah tersaji rapi di atas meja makan. Aroma makanan hangat memenuhi ruangan besar itu. Naresa langsung terlihat bingung. “Selamat pagi, Non,” sapa salah satu bibi dapur ramah. “Pagi juga, Bi,” jawab Naresa sambil tersenyum kecil. Namun wajah bingungnya masih terlihat jelas. “Bi, ini baru pukul enam pagi, loh,” lanjutnya heran. “Sarapan memang sudah siap semua begini?” Bibi itu tersenyum kecil sebelum menjawab, “Tuan Besar dan Tuan Muda tidak suka sarapan terlambat, Non.” Naresa berkedip pelan. “Tuan Besar?” “Itu panggilan untuk Tuan Rendra,” jelas sang bibi ramah. “Kalau Tuan Muda itu Tuan Zavian dan Tuan Reyhan.” “Oh…” gumam Naresa pelan. Ia masih mencoba membiasakan diri dengan suasana rumah besar ini. “Sebentar lagi juga Tuan Besar dan para Tuan Muda akan turun untuk sar
آخر تحديث : 2026-04-27 اقرأ المزيد