“Naresa, tidak boleh begitu dengan kakakmu,” ucap Liana lembut ketika melihat putrinya tertawa. Rayhan yang mendengar itu langsung tersenyum bangga. “Nah, benar kata Ibu,” sahutnya penuh kemenangan. “Tidak boleh begitu dengan kakakmu yang tampan ini.” Naresa langsung memutar matanya malas. Namun tiba-tiba Liana kembali membuka suara. “Padahal dulu kamu juga begitu, kan, Naresa?” Seketika— Rayhan dan Zavian langsung menoleh bersamaan ke arah Liana. Tatapan mereka penuh rasa penasaran. Sedangkan wajah Naresa langsung berubah panik. “Ibu!” tegurnya cepat. Namun semuanya sudah terlambat. Reyhan langsung menyipitkan mata curiga. “Begitu bagaimana?” Zavian juga ikut memperhatikan Naresa diam-diam. Liana tersenyum kecil seolah tidak sadar putrinya mulai gugup. “Waktu kecil dulu, Naresa pernah—” “Ibu!” potong Naresa cepat dengan wajah merah padam. Ia benar-benar panik. Namun justru reaksi itu membuat Reyhan semakin penasaran. “Ayah…” gumamnya dramatis. “Sepertinya ada raha
Last Updated : 2026-05-01 Read more