“Kak Rayhan!” teriak Naresa yang baru saja masuk ke dalam rumah sepulang sekolah. “Astaga.” Liana langsung menoleh kaget dari ruang tengah. “Ada apa ini? Kenapa teriak-teriak?” Naresa langsung nyengir kecil tidak berdosa. “Baru pulang bukannya memberi salam, kamu malah teriak,” tegur Liana sambil menggeleng pelan. “Hehe… maaf, Ibu.” Liana akhirnya terkekeh kecil melihat tingkah putrinya. “Memangnya ada apa mencari Kak Rayhan?” “Tidak ada,” jawab Naresa cepat, walaupun wajahnya terlihat sangat jahil. Membuat Liana langsung curiga. “Hmm… jangan-jangan mau membuat masalah lagi?” “Tidak!” Liana hanya menggeleng geli. “Kakakmu ada di kamarnya. Dia baru pulang dari kuliah.” Mata Naresa langsung berbinar. “Baik! Naresa mau ke kamar Kak Rayhan dulu. Bye-bye, Ibu!” Baru saja selesai bicara— gadis itu langsung berlari kecil menuju lantai atas. “Heh, pelan-pelan!” teriak Liana cepat. “Jangan lari!” “Iyaaa!” Namun jelas saja— Naresa tetap berlari. Sedangkan Liana hanya bisa m
Mehr lesen