Share

Menunda

Penulis: NisfiDA
last update Tanggal publikasi: 2026-05-23 11:55:47

“Loh sayang, mau ke mana?” tanya Liana saat melihat Naresa sudah selesai sarapan pagi.

“Kembali ke kamar, Bu,” jawab Naresa lesu sambil memeluk bantal kecilnya.

Liana langsung mengernyit heran.

“Tidak jalan-jalan sama Sonia? Biasanya kalau hari Sabtu kalian pergi bersama.”

“Tidak, Bu.”

“Loh kenapa?”

Naresa langsung menghela napas kecil.

“Itu… Sonia mau jalan sama Kak Rayhan.”

Seketika Liana dan Rendra langsung saling bertatapan.

“Sonia sama Rayhan?” ulang Rendra memastikan.

“Iya, Yah.
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dua Kakak Tiri Yang Posesif   Perjalanan Yang Enak

    “Kalau memang mau berangkat sekarang, kita bisa kembali dulu,” ucap Zavian tenang. “Lalu minta izin ke Ibu sama Ayah.” Naresa langsung mengangguk cepat penuh semangat. “Tapi bagaimana dengan sahabatmu itu?” lanjut Zavian sambil melirik Sonia. “Bukannya ayahnya cukup posesif?” Sonia langsung nyengir kecil. “Tidak masalah kalau Tante Liana yang meminta izin sama Papa.” Sonia mengangkat bahu santai. “Pasti diizinkan kok.” Rayhan langsung tertawa kecil. “Wah, ternyata sudah tahu jalur amannya.” “Heh…” Sedangkan Naresa mulai terlihat bingung. “Lalu pakaianmu bagaimana?” tanyanya kepada Sonia. “Kita kan tidak bawa apa-apa.” “Ya tinggal beli,” jawab Rayhan santai. “Apa susahnya?” Sonia langsung menoleh cepat. “Hah?” “Nanti aku yang belikan pakaian Sonia.” Seketika wajah Sonia langsung merah. “K-Kak Rayhan!” Sedangkan Naresa langsung menatap Rayhan penuh arti. “Wihhh…” “Apanya?” tanya Rayhan santai tanpa rasa bersalah. “Kakak mulai berani banget sekarang.” Rayhan malah ter

  • Dua Kakak Tiri Yang Posesif   Momen Bersama

    “Kamu tidak apa-apa?” tanya Zavian sambil menoleh khawatir ke arah Naresa. “Tidak apa-apa, Kak…” Namun suara gadis itu terdengar sedikit lemas. Panas matahari yang begitu terik membuat Naresa mulai merasa tidak enak badan. Kepalanya terasa pusing. Wajahnya pun tampak memerah karena terlalu lama terkena panas. Padahal saat itu waktu baru menunjukkan pukul sepuluh pagi. Namun cuacanya benar-benar menyengat. Sedari tadi mereka terus berjalan mengelilingi kebun binatang sambil melihat berbagai hewan dan mencoba beberapa wahana ringan. Kini Naresa memilih duduk di bangku taman yang berada di bawah pohon rindang. Dan tanpa sadar, dia membenamkan wajahnya ke lengan Zavian sambil memejamkan mata sebentar. “Hey, jangan bilang kamu mau pingsan,” tegur Sonia panik saat melihat wajah Naresa mulai pucat kemerahan. “Tidak…” gumam Naresa pelan. “Aku cuma berteduh dan mau istirahat sebentar.” Dia menghela napas kecil. “Cuacanya benar-benar panas.” Rayhan langsung membuka botol air miner

  • Dua Kakak Tiri Yang Posesif   Double Date

    “Dipegang terus. Takut banget kayaknya diambil orang,” goda Rayhan saat melihat Zavian sejak tadi tidak melepaskan tangan Naresa. Naresa yang sedang berjalan langsung menoleh ke belakang. Karena saat ini mereka baru saja tiba di kebun binatang. “Iri bilang, Bos,” balas Naresa sambil menjulurkan lidah jahil. “Kenapa tidak pegang juga tuh tangannya Sonia? Bleee.” Seketika Sonia langsung tersedak malu. “Naresa!” Sedangkan Rayhan malah tertawa santai. “Boleh juga idenya.” Dan tepat setelah itu— Rayhan benar-benar menggenggam tangan Sonia. Membuat gadis itu langsung membelalak panik. “K-Kak Rayhan!” “Katanya iri.” “Bukan begitu juga!” Namun Rayhan malah terlihat santai sambil terus berjalan. Sedangkan Sonia sudah malu setengah mati sampai tidak berani menatap siapa pun. Melihat itu— Naresa langsung tertawa paling keras. “HAHAHA! Rasain!” “Ini gara-gara kamu!” protes Sonia malu. Zavian yang melihat tingkah Naresa hanya menggeleng kecil sambil menahan senyum tipisnya. “J

  • Dua Kakak Tiri Yang Posesif   Menunda

    “Loh sayang, mau ke mana?” tanya Liana saat melihat Naresa sudah selesai sarapan pagi. “Kembali ke kamar, Bu,” jawab Naresa lesu sambil memeluk bantal kecilnya. Liana langsung mengernyit heran. “Tidak jalan-jalan sama Sonia? Biasanya kalau hari Sabtu kalian pergi bersama.” “Tidak, Bu.” “Loh kenapa?” Naresa langsung menghela napas kecil. “Itu… Sonia mau jalan sama Kak Rayhan.” Seketika Liana dan Rendra langsung saling bertatapan. “Sonia sama Rayhan?” ulang Rendra memastikan. “Iya, Yah.” Naresa mengangguk kecil. “Soalnya mereka lagi dekat, jadi kayak masa PDKT gitu.” Dan tepat setelah itu— suara batuk kecil terdengar dari arah lain. Zavian yang baru turun tangga hampir tersedak mendengar ucapan polos Naresa. Sedangkan Rayhan yang baru keluar dari dapur langsung mematung. “NARESA!” protesnya panik. Namun Naresa malah terlihat santai. “Apanya?” “Kamu bicara sembarangan lagi.” “Aku ngomong sesuai fakta.” Liana yang mendengar itu justru menahan senyum kecil. “Benarkah b

  • Dua Kakak Tiri Yang Posesif   Merasa Bingung

    “Kalian berdua pacaran?” tanya Zavian sambil mengernyit bingung. Seketika suasana kamar langsung hening. Dan tepat setelah itu— “HAHAHAHA!” Naresa langsung tertawa keras sampai memegangi perutnya sendiri. Rayhan langsung memejamkan matanya frustasi. Sedangkan Sonia di layar laptop sudah merah padam karena malu. “Kak Zavian!” pekiknya panik. Namun Naresa malah semakin tidak bisa berhenti tertawa. “Ya Tuhan! Sonia sudah malu banget sekarang!” Zavian yang masih belum mengerti hanya menatap mereka bergantian. “Jadi bukan?” Rayhan langsung menghela napas panjang. “Belum.” Seketika Sonia langsung membelalak ke arah layar. “Apaan sih jawabannya?!” Namun Rayhan malah terlihat santai. Sedangkan Naresa kembali tertawa heboh. “FIX! Fix banget!” “Naresa diam!” protes Sonia malu setengah mati. Zavian akhirnya mulai memahami situasinya. “Oh…” gumamnya pelan. Tatapannya langsung beralih ke Rayhan dengan ekspresi datar. “Kamu serius?” Rayhan mengangkat bahunya santai. “Memangn

  • Dua Kakak Tiri Yang Posesif   Pembalasan

    “Kak Rayhan!” teriak Naresa yang baru saja masuk ke dalam rumah sepulang sekolah. “Astaga.” Liana langsung menoleh kaget dari ruang tengah. “Ada apa ini? Kenapa teriak-teriak?” Naresa langsung nyengir kecil tidak berdosa. “Baru pulang bukannya memberi salam, kamu malah teriak,” tegur Liana sambil menggeleng pelan. “Hehe… maaf, Ibu.” Liana akhirnya terkekeh kecil melihat tingkah putrinya. “Memangnya ada apa mencari Kak Rayhan?” “Tidak ada,” jawab Naresa cepat, walaupun wajahnya terlihat sangat jahil. Membuat Liana langsung curiga. “Hmm… jangan-jangan mau membuat masalah lagi?” “Tidak!” Liana hanya menggeleng geli. “Kakakmu ada di kamarnya. Dia baru pulang dari kuliah.” Mata Naresa langsung berbinar. “Baik! Naresa mau ke kamar Kak Rayhan dulu. Bye-bye, Ibu!” Baru saja selesai bicara— gadis itu langsung berlari kecil menuju lantai atas. “Heh, pelan-pelan!” teriak Liana cepat. “Jangan lari!” “Iyaaa!” Namun jelas saja— Naresa tetap berlari. Sedangkan Liana hanya bisa m

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status