Sore itu, kediaman Tuan Adipati tampak sedikit lebih ramai dari biasanya. Para pelayan hilir mudik mempersiapkan ruang makan. Aroma masakan yang baru selesai dimasak memenuhi setiap sudut rumah, sementara meja makan panjang telah ditata rapi dengan peralatan makan terbaik.Di halaman depan, sebuah sedan hitam perlahan memasuki pelataran. Seorang pelayan segera membukakan pintu.Ranaditya Pratama turun dari mobil dengan langkah tenang. Jas berwarna abu-abu gelap yang dikenakannya terlihat sederhana, tetapi tetap memancarkan wibawa yang sulit dijelaskan."Selamat sore, Pak Ranaditya."Ranaditya menganggukkan kepala. "Sore."Belum sempat pelayan mempersilahkannya masuk, pintu utama telah terbuka lebih dahulu. Tuan Adipati berjalan keluar bersama istrinya, menyambut tamu yang telah mereka kenal selama puluhan tahun itu."Selamat datang, Ditya."Sudut bibir Ranaditya terangkat tipis. "Sudah lama kau tidak menyambutku sampai ke depan pintu."Tuan Adipati terkekeh pelan. "Kalau bukan hari in
Magbasa pa