Matahari Sanctuaria menggantung hangat di atas padang rumput perak yang berkilau. Di tengah lapangan, Aslan berdiri tegak dengan kemeja hitam yang lengannya digulung hingga ke siku, memperlihatkan otot lengan yang kokoh. Di tangannya, ia memegang sebilah pedang kayu. "Ashyel, fokus. Belati perakmu bukan hanya untuk memotong tanaman obat, tapi untuk melindungi jantungmu," suara Aslan terdengar berat dan tegas. Ashyel, di sisi lain, berdiri dengan gaya yang sangat tidak meyakinkan. Ia mengenakan setelan celana kulit yang ketat, memamerkan lekuk tubuhnya yang membuat Leo—yang sedang berjaga di kejauhan—terpaksa harus membuang muka terus-menerus. Ashyel memutar-mutar belati Heart-Binder di jemarinya dengan gerakan centil. "Aduh, Tuan Duke... tangan dokterku yang halus ini tidak cocok memegang senjata dingin. Cocoknya memegang tanganmu yang hangat saja," Ashyel mengerlingkan matanya, memberikan kedipan nakal. Aslan menghela napas panjang, mencoba menahan diri agar tidak terpancing.
Last Updated : 2026-05-03 Read more