Kehampaan putih mulai melahap sisa-sisa Aula Istana Luminous dengan kecepatan yang mengerikan. Realitas di sekeliling mereka mengelupas seperti kertas yang terbakar, menyisakan kekosongan yang dingin. Suara tawa Kaisar Luminous perlahan meredup, tergantikan oleh bunyi statis yang memekakkan telinga. Namun, di tengah kekacauan dimensi itu, sebuah portal melingkar terbuka di belakang Ashyel. Portal itu memperlihatkan pemandangan Jakarta di malam hari—lampu-lampu kota yang berpendar, bunyi klakson yang jauh, dan aroma hujan di atas aspal. Itu adalah jalan pulang bagi Labella. Satu langkah saja, dan ia akan kembali ke tubuh aslinya di meja operasi rumah sakit modern, meninggalkan semua penderitaan naskah gila ini. Namun, di hadapannya, Aslan dan Arthur sedang meluruh. Tubuh mereka mulai berubah menjadi partikel tinta hitam yang terbang tertiup angin kehampaan. Mata biru es Aslan menatap Ashyel dengan kepasrahan yang menyakitkan. "Ashyel... pergi," bisik Aslan, suaranya terputus-put
Last Updated : 2026-05-09 Read more