Cahaya matahari pagi yang hangat menerobos masuk melalui celah jendela kayu pondok Madam Seraphina, membawa aroma embun dan kayu pinus yang segar. Di atas ranjang yang empuk, Ashyel mengerjapkan matanya perlahan. Kepalanya terasa sangat berat, seolah baru saja dihantam oleh godam raksasa, dan seluruh tubuhnya terasa kaku. Hal pertama yang ia rasakan adalah kehangatan yang melingkari tangan kanannya. Ashyel menoleh ke samping dan napasnya tertahan. Di sana, duduk di kursi kayu yang keras, Aslan tertidur dengan posisi yang tampak sangat tidak nyaman. Kepalanya terkulai ke arah ranjang, dan tangannya yang besar namun kasar menggenggam tangan mungil Ashyel seolah-olah ia takut jika ia melepaskannya, Ashyel akan menguap begitu saja. Namun, pemandangan itu bukannya membuat Ashyel terharu, malah membuat jantungnya mencelos karena ngeri. Wajah Aslan yang biasanya tampak sempurna tanpa cela kini dipenuhi luka. Ada guratan panjang yang masih memerah di pipinya, lehernya dibalut perban yan
Zuletzt aktualisiert : 2026-05-01 Mehr lesen