Arthur menelan ludah begitu dalam hingga jakunnya naik-turun dengan cepat. Di depannya, Aslan berdiri tegak bagaikan dewa kematian dari pegunungan es Utara, sementara di sampingnya, sang kakak—Ashyel—hanya menatapnya dengan sebelah alis terangkat, melipat tangan di dada tanpa ada niat untuk membela."Jadi," Aslan membuka suara, nadanya santai namun sanggup membuat bulu kuduk Arthur berdiri. "Kerusakan laboratorium bawah tanah. Tiga puluh botol ramuan langka pecah. Retakan pada lantai batu kuno berenergi sihir. Dan... pencemaran nama baik seluruh pasukan ksatria Krossvane.""I-Itu semua kecelakaan, Kakak Ipar..." cicit Arthur, nyaris tidak terdengar."Aku bukan kakak iparmu saat menghitung kerugian finansial, Arthur Alverion," sahut Aslan dingin. Ia melirik Greyson yang langsung sigap menyodorkan sebuah papan jalan berisi rincian angka. "Total kerugian materi mencapai lima ratus koin emas kekaisaran. Sebagai mahasiswa beasiswa di akademi, kau butuh waktu kira-kira tiga puluh tahun beke
Last Updated : 2026-06-14 Read more