"Nggak usah ngarang kamu, Her!" Sintya mencelos, matanya melotot tajam menatap Heri yang masih memamerkan senyum tipisnya. Wanita itu menoleh ke kanan dan kiri, memastikan Reno tidak mendadak muncul dari balik pintu kaca teras."Aku cuma nggak mau berbagi apa yang udah jadi milikku dengan orang lain. Untuk sementara ini, kamu cuma cukup melayani aku aja, jangan pernah berani main-main di belakangku sama siapa pun, termasuk Karin!"Heri menaikkan sebelah alisnya, menikmati raut wajah Sintya yang tampak begitu posesif. "Oh ya? Tapi kalau ada tawaran yang lebih menjanjikan gimana, Nyonya?"Sintya mendengus, melangkah satu tapak lebih dekat hingga aroma parfum mahalnya kembali menyengat indra penciuman Heri. "Aku bisa kasih kamu uang lebih banyak lagi, Her. Asal kamu bisa tepati janji kamu buat tetep setia di ranjangku. Paham?"Mendengar kata uang disebut dengan nominal yang menjanjikan, Heri langsung menjilat bibirnya yang mendadak terasa kering. Rasa dongkol akibat dihina sebagai satpam
Baca selengkapnya