Deru napas tersengal-sengal masih berembus kencang di dalam ruang VIP-01 yang terisolasi rapat.Suasana redup berbalut pendar warm amber membingkai tubuh tegap Nathan yang bertelanjang dada, duduk bersandar di sofa kulit hitam.Keringat tipis melapisi dada bidang dan perut berototnya yang naik-turun teratur, sementara di pangkuannya, tubuh mungil Alya terbaring lemas bagai tanpa tulang.Alya menyandarkan pipinya yang hangat pada dada bidang Nathan, mendengarkan detak jantung pria itu yang berpacu kuat namun stabil.Tubuh gadis itu masih beberapa kali menyentak halus, sisa-sisa gelombang pelepasan luar biasa dari penyatuan gila yang baru saja mereka selesaikan.Gaun marun tipisnya sudah berantakan tak beraturan, mencetak jejak-jejak kemerahan di leher dan bahunya akibat kepemilikan liar sang pewaris Utama.Jemari tebal Nathan yang hangat merayap perlahan menelusuri garis punggung mulus Alya, membelai helai demi helai rambutnya yang sedikit basah oleh keringat."Masih bernapas, Al?" gum
Leer más