Setelah menahan diri selama lebih dari dua bulan penuh, sejak masa akhir kehamilan tua hingga tuntasnya masa nifas empat puluh hari, hasrat jantan Heri yang membara tidak lagi bisa dibendung.Heri membaringkan tubuh Sintya secara perlahan di atas bantalan sofa yang empuk, lalu menyusul di atasnya tanpa membiarkan berat badannya menindih fisik istrinya secara kasar.Jemari tegap Heri melusup ke balik kain gaun tidur sutra marun yang membalut tubuh Sintya, menyibakkannya ke atas dengan gerakan yang teratur namun penuh dengan desakan kepemilikan mutlak."Mas... pelan-pelan," desah Sintya lirih dengan mata terpejam pasrah, menyenggol bahu tegap Heri sewaktu kecupan-kecupan panas suaminya mulai merayap turun dari leher mulusnya menuju tulang selangka."Mas selalu tahu batasannya, Sintya," pangkas Heri dengan suara baritonnya yang teramat berat, serak, dan bergetar rendah di tenggorokan.Tangan kekar Heri merengkuh pinggul tebal Sintya, menyangga posisi tubuh istrinya agar mendapatkan kenya
Read more