Dentuman bass berfrekuensi rendah menggetarkan permukaan marmer dan kaca di main hall klub malam eksklusif Nocturne.Cahaya laser temaram berwarna violet dan biru tua membelah kegelapan ruangan, membiaskan pendar redup pada jejeran botol minuman keras kelas atas dan kerumunan orang-orang dari kalangan atas.Aroma alkohol mahal, asap shisha, dan parfum mewah menyatu kental di udara.Nathan melangkah santai melintasi lorong sofa VIP area main hall, sebelah tangannya menyusup santai di saku celana bahan mewahnya, sementara lengan yang lain melingkar ketat di pinggang mungil Alya.Dekapan Nathan begitu posesif, menarik tubuh Alya rapat-rapat hingga paha mulus gadis itu yang berbalut gaun tipis merah marun terus bergesekan dengan kakinya di setiap langkah."Wah, bro! Akhirnya dateng juga lo!" seru Dion, salah satu rekan bisnis sekaligus sahabat Nathan, setengah berteriak menembus dentuman musik yang membisingkan.Dion yang sedang berdiri di dekat meja sofa lingkar langsung menyambut kedata
Read more