"Lovi, Mas mohon jangan seperti ini, sayang," suara Nicko memelas, sesuatu yang tak pernah terdengar dari mulut sang bos mafia sepanjang hidupnya."Aku butuh waktu," ujar Loviana dingin tanpa keraguan. "Jangan pernah cari aku, dan jangan pernah datang ke tempatku. Kalau kamu paksa aku pulang ke mansion itu, aku bakal benci kamu selamanya, Mas.""Tapi, Lovi ... Mas mohon, jangan pergi!" panggil Nicko dengan suara bergetar yang amat rapuh dan sarat akan penyesalan. Pria itu mencengkeram lembut kedua bahu Loviana, menahan wanita itu agar tidak melangkah lebih jauh menembus kegelapan yang sudah malam. "Dengarkan penjelasan Mas dulu, sayang! Jangan biarkan salah paham ini merusak dan menghancurkan rumah tangga kita!"Loviana tertawa sinis, sebuah tawa pahit yang diiringi lelehan air mata yang tak henti-hentinya membasahi pipinya yang mulus tetapi pucat. Ia menepis kedua tangan Nicko secara kasar dan keras dari bahunya, melangkah mundur satu tindak demi memberi jarak di antara mereka."Sala
Read more