"Selamat ulang tahun, Kak!" kata Loviana tulus, "ini hadiah kecil dariku.""Aaah terima kasih, Lovi."Pesta itu dimulai dengan sangat meriah, hingga kini Rona berdiri tepat di samping kue tersebut. Dalam balutan gaun malam tanpa lengan berwarna merah menyala yang memeluk lekuk tubuhnya dengan sempurna, ia tampak bagaikan seorang ratu yang sedang menguasai istananya. Wajah cantiknya berbinar penuh pesona saat ia meniup lilin-lilin kecil di atas kue, diiringi oleh tepuk tangan meriah dan sorak-sorai hangat dari para tamu.Setelah memadamkan lilin, Rona memegang pisau pemotong kue berukir perak. Ia memegang mikrofon tanpa kabel dengan tangannya yang lain, siap memberikan sambutan puncak."Terima kasih banyak untuk semua sahabat, senior, desainer dan rekan-rekan media yang luar biasa yang sudah hadir malam ini," tutur Rona dengan suara merdu, anggun dan penuh penekanan di setiap kata. "Di usia yang baru ini, aku tidak mau membagikan potongan kue pertama untuk jajaran direksi atau investor
Read more