Sentuhan lembut jemari Nicko mendarat halus di kepala Loviana, mengusap helai demi helai rambut istrinya dengan kepenuhan kasih sayang. Seolah waktu bergulir lebih lambat, Nicko menundukkan wajahnya perlahan, mendaratkan satu kecupan hangat dan manis tepat di kening Loviana. Kecupan yang lama, menyalurkan seluruh ketulusan rasa yang tersimpan di dadanya.Nicko menatap manik mata Loviana yang bening, lalu tersenyum tipis sebelum berkata dengan suara berat yang menenangkan,“Suatu saat nanti, setelah rumah tangga kita dikaruniai buah hati hasil dari cinta kita berdua, aku janji akan membawa kamu kembali ke tempat ini. Bahkan ke mana pun lokasi di dunia ini yang kamu impikan, aku akan ajak kamu ke sana.”Mendengar janji manis itu, sudut bibir Loviana terangkat, membentuk sunggingan senyum tipis yang begitu menawan. Namun, dengan nada menggoda dan raut wajah manja yang menggemaskan, ia memiringkan kepalanya sedikit dan menatap sang suami dalam-dalam.“Benarkah, Sayang? Kamu tidak sedang m
Read more