"Kamu Kanaya, kan?" tanya pria di depannya sekali lagi. "Kak Gio, kamu Kak Gio, kan?" Kanaya ingat tahi lalat yang ada di dagu kiri pria yang dipanggil Gio. Terulas senyum tipis pada bibir Gio. Sebuah pelukan tiba-tiba membuat kedua mata Kanaya membulat. "Aku senang sekali bisa bertemu denganmu. Kamu sama sekali tidak berubah, tetap cantik." Saat Gio melepaskan pelukannya, Kanaya tercengang, dia bingung kenapa bisa bertemu dengan kakak kelasnya yang dulu pernah dia sukai? "Kak Gio, maaf." Kanaya mundur dua langkah, dia harus menjaga jarak karena ingat jika dia sudah menikah. "Maaf, ya, Kanaya. Aku tadi tidak bisa mengkontrol diriku karena terlalu senang bertemu sama kamu.""Iya, tidak apa-apa. Kak Gio, kenapa bisa ada di sini? Ini, kan, bukan reuni angkatan kelas Kakak?""Aku diundang ke sini untuk mengisi acara, kamu lupa kalau dulu aku suka bernyanyi saat acara sekolah.""Oh... Begitu.""Kanaya, apa boleh aku meminta nomor ponselmu? Aku ingin kita bisa bicara lebih santai.""E
Terakhir Diperbarui : 2026-07-18 Baca selengkapnya