LOGINKanaya Diandra tidak pernah menyangka takdir akan membawanya masuk ke dalam dunia pria bernama Lucas Arkano Dinov, mafia dingin, berkuasa, dan tidak pernah percaya pada cinta. Balas budi pada Nenek Lucas yang membuat Kanaya bertahan pada pernikahan bak neraka yang Lucas ciptakan setiap hari. Lucas sangat membenci Kanaya karena mau menerima pernikahan itu. Namun, kesabaran dan kesetiaan Kanaya akhirnya merubah Lucas menjadi sosok yang mencintainya, hanya saja kebahagiaan mereka tidak berlangsung lama. Sebuah fitnahan kejam dari keluarga Lucas, membuat Kanaya terusir dari rumahnya. Lucas tidak sadar, jika Kanaya pergi membawa calon penerusnya. Bagaimana kisah mereka setelah takdir akhirnya mempertemukan mereka berdua kembali? Akankan cinta bisa membuat hati keduanya bersatu?
View MoreSuasana di lobi House Of Danner seketika membeku. Tatapan mata Lucas pun masih terlihat dingin. Raymond, yang tidak menyadari ada sesuatj di antara keduanya, tetap tersenyum ramah, tangannya masih terulur menunggu sambutan dari sang CEO baru.Lucas tidak membalas jabatan tangan Raymond. Alih-alih, matanya turun ke bawah, tertuju pada jemari Lana yang saling bertautan erat di depan tubuhnya. Lucas sekali lagi melihat pada cincin di jari manis Kanaya. "Lana?" Lucas mengulang nama itu dengan nada rendah, tapi terdengar dia merasa aneh. "Nama yang cantik. Singkat, padat dan terasa sangat asing."Lana merasakan lututnya lemas. Suara itu, suara yang dulu membisikkan kata cinta, namun sekarang suara itu terdengar begitu menyakitkan bagi Kanaya, dan entah kenapa, Kanaya langsung merasakan ketakutan bukan takut berhadapan dengan Lucas, tapi takut jika pria di depannya ini mengetahui tentang Hyden dan Hailey. "Ah, maaf Tuan Dinov," Raymond menyela, berusaha mencairkan suasana yang mendad
Saat ini, Kanaya atau sekarang dia lebih suka dipanggil Lana, ingin membesarkan kedua anaknya tanpa harus memohon apapun pada Lucas. Lana bahkan ingin menghapus nama Lucas dari hidupnya. "Kalian adalah hartaku yang paling berharga," bisik Lana sambil mencium kening kedua anak kembarnya yang kembali tertidur. "Mama tidak akan membiarkan ayah kalian mengetahui jika kalian ada di dunia ini. Dia telah membunuh nenek kalian, dan dia juga telah mencoba membunuh kalian sebelum kalian lahir."Lana menatap foto Lily yang terpajang di kamar si kembar. Lana ingin anak-anaknya mengetahui wajah nenek mereka yang sudah berani mengorbankan nyawanya supaya mereka bisa lahir ke dunia ini dengan selamat. "Mama, sekarang Mama bisa bertemu dengan Nenek Louisa dan Kakek. Kalian pasti bahagia di sana." Air mata Lana turun perlahan pada pipi. "Lana, maaf mengganggu." Suara Bibi Yaya ada di balik pintu. "Ini ada telepon dari Raymond." Bibi Yaya pun memberikan ponsel Lana. "Halo, Raymond." "Lana, aku a
"Lily!" Bibi Yaya yang tadi ikut menembak beberapa penjahat di sana, seketika membuang pistolnya dan menekan luka Lily dengan kuat. "Lukamu dalam. Lily, kita harus segera ke rumah sakit. Bibi Yaya mencoba membopong tubuh Lily, tapi langkah mereka terhenti saat mendengar suara mobil datang mendekat ke arah rumah. "Ke tempat rahasia, Bi!" seru Lily cepat. "Apa mereka datang lagi?" Kanaya panik, wajahnya pucat, tangannya memegangi perutnya yang seketika terasa sakit. "Bi, cepat!" teriak Lily. Mereka bertiga berjalan ke dalam rumah, menuju taman belakang. Bibi Yaya menyingkirkan beberapa tanaman, dan ternyata di tanah ada sebuah pintu kecil. Saat pintu dibuka, di bawahnya ada jalan kecil menuju ruang bawah tanah. "Masuk, Kanaya."Kanaya masuk diikuti oleh Bibi Yaya dan terakhir Lily. "Bawa Kanaya pergi, Bi," perintah Lily. Sebelum menutup pintu. Kedua mata Lily mengintip pada cela pintu.Terdengar ledakan yang sangat keras dari ruangan atas. Lily tadi melempar sebuah granat yang
Lily segera menggandeng tangan Kanaya dan mengajaknya pergi dari sana. Lucas terdiam di tempatnya. Dia sebenarnya sedikit kaget melihat Kanaya bersama ibunya, tapi saat teringat pengkhianatan yang dilakukan oleh Kanaya, Lucas merasa, dua orang itu pantas bersama. "Wanita murahan," ucap Lucas lirih. "Ada apa, Lucas?" tanya wanita yang sedang duduk bersama Lucas. "Tidak ada apa-apa, Selena. Kita lanjutkan saja makan malamnya. Di dalam mobil, Lily meminta Kanaya untuk tidak menangis. Lily juga tidak mengenal wanita yang bersama dengan Lucas. "Dia benar-benar sudah melupakanku, Ma. Aku kira, dia masih sangat mencintaiku, tapi ternyata aku salah." Tangan Kanaya menghapus air matanya. Lily bingung harus mengatakan apa. Dia teringat akan pengkhianatan mendiang suaminya dan sahabatnya. Sekarang menantunya pun harus merasakan hal yang dia alalamai."Kanaya, di dalam perutmu, ada dua bayi yang membutuhkan ibunya yang kuat dan kamu jangan terlalu memikirkan tentang Lucas. Sekarang, hal ut












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.