LOGINKanaya Diandra tidak pernah menyangka takdir akan membawanya masuk ke dalam dunia pria bernama Lucas Arkano Dinov, mafia dingin, berkuasa, dan tidak pernah percaya pada cinta. Balas budi pada Nenek Lucas yang membuat Kanaya bertahan pada pernikahan bak neraka yang Lucas ciptakan setiap hari. Lucas sangat membenci Kanaya karena mau menerima pernikahan itu. Namun, kesabaran dan kesetiaan Kanaya akhirnya merubah Lucas menjadi sosok yang mencintainya, hanya saja kebahagiaan mereka tidak berlangsung lama. Sebuah fitnahan kejam dari keluarga Lucas, membuat Kanaya terusir dari rumahnya. Lucas tidak sadar, jika Kanaya pergi membawa calon penerusnya. Bagaimana kisah mereka setelah takdir akhirnya mempertemukan mereka berdua kembali? Akankan cinta bisa membuat hati keduanya bersatu?
View More"Lily!" Bibi Yaya yang tadi ikut menembak beberapa penjahat di sana, seketika membuang pistolnya dan menekan luka Lily dengan kuat. "Lukamu dalam. Lily, kita harus segera ke rumah sakit. Bibi Yaya mencoba membopong tubuh Lily, tapi langkah mereka terhenti saat mendengar suara mobil datang mendekat ke arah rumah. "Ke tempat rahasia, Bi!" seru Lily cepat. "Apa mereka datang lagi?" Kanaya panik, wajahnya pucat, tangannya memegangi perutnya yang seketika terasa sakit. "Bi, cepat!" teriak Lily. Mereka bertiga berjalan ke dalam rumah, menuju taman belakang. Bibi Yaya menyingkirkan beberapa tanaman, dan ternyata di tanah ada sebuah pintu kecil. Saat pintu dibuka, di bawahnya ada jalan kecil menuju ruang bawah tanah. "Masuk, Kanaya."Kanaya masuk diikuti oleh Bibi Yaya dan terakhir Lily. "Bawa Kanaya pergi, Bi," perintah Lily. Sebelum menutup pintu. Kedua mata Lily mengintip pada cela pintu.Terdengar ledakan yang sangat keras dari ruangan atas. Lily tadi melempar sebuah granat yang
Lily segera menggandeng tangan Kanaya dan mengajaknya pergi dari sana. Lucas terdiam di tempatnya. Dia sebenarnya sedikit kaget melihat Kanaya bersama ibunya, tapi saat teringat pengkhianatan yang dilakukan oleh Kanaya, Lucas merasa, dua orang itu pantas bersama. "Wanita murahan," ucap Lucas lirih. "Ada apa, Lucas?" tanya wanita yang sedang duduk bersama Lucas. "Tidak ada apa-apa, Selena. Kita lanjutkan saja makan malamnya. Di dalam mobil, Lily meminta Kanaya untuk tidak menangis. Lily juga tidak mengenal wanita yang bersama dengan Lucas. "Dia benar-benar sudah melupakanku, Ma. Aku kira, dia masih sangat mencintaiku, tapi ternyata aku salah." Tangan Kanaya menghapus air matanya. Lily bingung harus mengatakan apa. Dia teringat akan pengkhianatan mendiang suaminya dan sahabatnya. Sekarang menantunya pun harus merasakan hal yang dia alalamai."Kanaya, di dalam perutmu, ada dua bayi yang membutuhkan ibunya yang kuat dan kamu jangan terlalu memikirkan tentang Lucas. Sekarang, hal ut
Dinginnya aroma rumah sakit selalu berhasil menciutkan nyali Kanaya, namun rasa sakit yang melilit perutnya jauh lebih menakutkan daripada aroma obat-obatan di sekelilingnya.Lily terus menggenggam tangan menantunya itu, membisikkan doa-doa yang tidak putus, sementara Dokter Rose dengan sigap melakukan pemeriksaan darurat."Tenang, Kanaya. Tarik napas perlahan, jangan biarkan pikiranmu menguasai tubuhmu," instruksi Dokter Rose dengan nada tenang namun tegas.Setelah beberapa menit yang terasa seperti selamanya, kram di perut Kanaya mulai mereda. Dokter Rose melepaskan sarung tangan karetnya dan menatap Kanaya dengan tatapan yang sulit diartikan, campuran antara simpati dan kekaguman."Ini adalah tension cramp yang cukup hebat, Kanaya. Tubuhmu bereaksi terhadap trauma emosional yang kamu alami. Apa ada hal yang sudah terjadi?" tanya Rose pada Lily."Ibuku meninggal, Rose." "Oh Tuhan! Aku turut berduka, Lily. Kehilangan Nenek Louisa adalah pukulan besar, tapi kamu harus ingat, ada n
Belum Lily berucap, tangannya segera ditarik menjauh dari Lucas oleh Deasy. "Lily! Apa-apaan kamu ini? Kenapa malah muncul lagi dihadapan Lucas? Dia itu sangat membencimu dan aku tidak mau dia sampai merasakan kesedihan seperti dulu." Deasy berbicara dengan suara lirih dan ditekankan. "Kau tahu, kan? Aku tidak menyakiti Lucas.""Iya, aku juga sudah berusaha selama ini untuk memberitahukan Lucas untuk tidak membencimu, tapi dalam pikirannya, Lucas sudah menganggap kamu wanita yang buruk karena meninggalkannya dan aku bingung harus menjelaskan bagaimana?""Deasy, aku hanya ingin bertemu ibuku yang kata Kanaya, dia sedang sakit parah di sini.""Apa? Kamu bertemu Kanaya?" Kedua alis Deasy mengkerut kaget."Iya, dan kamu tahu? Dia sedang mengandung anak dari Lucas. Kita akan segera memiliki cucu!" Lily tampak bahagia, hingga dia menggenggam tangan Deasy. "Kanaya hamil?""Iya, Deasy. Lucas harus mengetahui hal ini dan kesalahan pahaman antara mereka akan berakhir. Aku tidak mau Lucas mem
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.