“Seharusnya Mama nggak perlu cari orang lain buat Mas Rumi. Karena ... percuma juga,” ucap Vega. Napasnya sedikit tertahan, otaknya berputar cepat mencari pembenaran karena sadar dirinya baru saja kehabisan ide. “Percuma gimana? Itu kan supaya Nadia bisa lepas dari dia!” ucap Ratu pelan dengan nada mendesak, sambil matanya waspada melirik ke sekitar sudut kamar rawat, memastikan rekan-rekan Rumi masih sibuk dengan obrolan mereka. “Buat sekarang ini, nggak mungkin, Ma. Karena ... Mas Rumi aja dari tadi nolak kita berdua, maunya sama Nadia terus. Dan ... aku yakin banget, guna-guna dia tuh masih jalan, masih kuat, Ma. Daripada nanti rencana perjodohan ini gagal dan Mama malah bikin kecewa teman Mama sendiri?” ucap Vega, buru-buru membelokkan argumennya kembali ke topik mistis agar Ratu tidak menaruh curiga pada motif pribadinya. “Hmm ... iya juga, ya. Ya sudah, jadi rencana kamu apa?” tanya Ratu, sepenuhnya terpengaruh oleh hasutan Vega dan kini berbalik mengandalkan menantunya itu
Magbasa pa