“Oh ... dia itu orang tuanya Nadia. Tapi emang nggak suka ramean gini kayak kita,” ucap Ratu setengah berbisik, memajukan tubuhnya ke tengah-tengah lingkaran agar suaranya tidak terdengar sampai ke sudut ruangan. “Ohhh ...” sahut teman-teman sosialitanya serentak, mangut-mangut mendengar penjelasan tersebut. “Ya siapa tahu beliau mau ikut gabung ke grup kita, Jeng,” usul salah seorang wanita dengan jemari lentik yang sibuk mengaduk minuman hangatnya. Ratu langsung mengibaskan tangan di udara, memasang ekspresi wajah cemas yang dibuat-buat. “Duh ... jangan deh. Saya tuh bukan apa-apa nih, ya ... kan dia itu biasa sendirian gitu orangnya. Nanti pas kita ajakin kumpul, malah biasanya jadi nggak asyik. Sementara kita kan tahu sendiri hebohnya kayak begini. Nanti dia malah nggak nyaman ...” “Eh, ayo, ayo! Mau ketemu Rumi, kan? Tuh, dia kebetulan ke bawah. Ayo!” seru Ratu setengah berteriak saat melihat Rumi baru saja tiba di lantai dasar melalui lift. Rumi bergerak tenang, mengend
Read more