Bagas bergeming. Ia tidak menyahut sepatah kata pun. Dengan wajah datar yang sedingin es, ia melangkah mendekati lemari pakaian dan meletakkan tas milik Nadia ke dalamnya tanpa menoleh sedikit pun. Melihat aura canggung yang menyelimuti Bagas, Nadia segera mengambil inisiatif. “Suster, tolong ya, saya serahkan sisanya ke kalian,” ucapnya lembut kepada perawat, membiarkan petugas medis mengambil alih tugas memandikan Rumi agar perhatian mereka terpecah. Nadia kemudian melangkah mendekati lemari, berpura-pura menyusun kembali pakaiannya di sana, padahal matanya terus mencuri pandang ke arah Bagas yang berdiri mematung dengan raut wajah yang kaku. “Bagas, kamu ngajar kan hari ini?” tanya Ratu, mencoba memecah ketegangan dengan nada suara yang sengaja dibuat perhatian. “Iya, Ma,” jawab Bagas singkat, matanya menatap lurus ke balik tirai—tempat tubuh Rumi tengah dibersihkan oleh petugas medis. Nadia segera menyambar kesempatan. Tanpa memedulikan tatapan dingin Bagas, ia meraih ge
Magbasa pa