Suara denting bel yang berbunyi satu kali di dalam kamar VVIP langsung memecah keheningan pagi itu. Wati, yang baru saja selesai menata piring sarapan di meja makan kecil untuk Roman, seketika menoleh ke arah pintu. “Sebentar ya, Pak. Kayaknya ada suster,” ucap Wati ramah, lalu bergegas melangkah cepat menghampiri pintu dan memutarnya. Begitu daun pintu terbuka lebar, suara celoteh renyah Lily yang khas lebih dulu menyeruak masuk ke dalam ruangan. Roman, yang sedang duduk di tepi ranjang, menoleh pelan dengan tatapan berbinar ke arah pintu. Di sisi lain, Ratu yang baru saja keluar dari kamar mandi sambil mendorong tiang infus dengan sebelah tangannya, turut menghentikan langkah dan menoleh tajam ke sumber suara begitu mendengar celoteh cucunya. Wajah Wati seketika berbinar cerah, matanya langsung berbinar-binar penuh sukacita begitu melihat siapa yang berdiri di ambang pintu. “Mbak Nadia? Mas Bagas? Aduh, ada Lily... Duh, gemes banget...” ucap Wati antusias, langsung menyambut ked
Read more