Tak lama kemudian, Bagas sudah kembali ke dalam kamar. Pria itu langsung mengunci pintu rapat-rapat, memastikan privasi mereka benar-benar aman sebelum melangkah pelan menuju ranjang empuk tempat Nadia masih duduk bersandar. “Udah bebas nih...” ucap Bagas dengan senyum penuh arti, lalu dengan gerakan lambat namun menggoda, ia mulai melepaskan pakaian yang melekat di tubuhnya. Ia sengaja mengibaskan rambut hitam lebatnya, membuat Nadia tertawa kecil geli melihat ulah suaminya. Belum sempat Nadia protes, Bagas dengan sengaja memamerkan pahatan otot dada, lengan, dan perutnya yang atletis, sebelum akhirnya melucuti celana panjang yang ia kenakan. “Ayo, Sayang...” bisiknya lembut penuh puja, menatap lurus mata Nadia seraya meraih mangkuk buah mangga dari tangan istrinya dan meletakkannya dengan hati-hati di atas meja nakas samping tempat tidur. Nadia hanya bisa tersenyum pasrah, membiarkan Bagas dengan sabar dan penuh kelembutan melucuti pakaian minimalis yang ia kenakan hingga tak
Leer más