"Tidak ada yang penting." Veronica menjawab terlalu cepat, dan ia mendengar sendiri betapa tidak meyakinkannya kalimat itu begitu keluar dari mulutnya.Alejandro menatapnya. Tidak bergerak, tidak mendekat, hanya berdiri di tengah ruangan dengan cara yang membuat ruangan itu terasa lebih kecil dari biasanya."Kamu yakin tidak ada yang penting," ia mengulang pelan. "Tapi kenapa wajahmu terlihat pucat saat melihatku masuk."Veronica merasakan sesuatu mengencang di dadanya. "Kami hanya mengobrol. Kabar keluarga, hal-hal lama.""Hanya kenangan lama." Alejandro berjalan perlahan ke arah jendela, punggungnya menghadap Veronica. "Kalau begitu, ceritakan padaku. Aku ingin tahu kenangan lama tentang keluargamu yang belum pernah aku dengar selama dua puluh satu tahun."
อ่านเพิ่มเติม