Pintu kayu ek yang berat itu tertutup dengan dentuman yang menggema, mengunci kebisingan dari pelataran luar. Ralph menyeret Meghan menuju tengah ruangan, di mana cahaya matahari pagi hanya masuk melalui celah-celah jendela tinggi."Berlutut," perintah Ralph.Meghan bersimpuh tanpa suara. Gaun sutra tipisnya menyapu lantai, sementara rambut emasnya yang terurai menutupi sebagian wajahnya yang tetap tenang. Ia menatap lantai dengan patuh, tapi di dalam kepalanya, bayangan wajah Ralph terus berputarWajah pria masa lalunya yang kini sedang berdiri di hadapannya dengan penuh amarah.Ralph melangkah menuju sebuah lemari kecil, mengambil seutas tali kain sutra hitam yang halus dan kuat. Ia kembali berdiri di depan Meghan, lalu dengan kasar menarik wajah wanita itu agar mendongak."Ah, aku mulai benci ketika Selirku melihat lelaki lain," bisik Ralph sambil melingkarkan tali itu di kepala Meghan. Ia menariknya kencang, menutupi kedua mata Meghan dengan kain hitam tersebut, mengikatnya denga
Last Updated : 2026-05-09 Read more